Minggu, 08 Mei 2011

Bumi

Bumi

(Manusia dan Keindahan)

Tak bisa di pungkiri bahwa manusia adalah makhluk sempurna di antara mkhluk-mkhluk ciptaan Tuhan yang lainnya seperti Hewan dan Tumbuhan. Dan manusia diciptakan dan ditempatkan di bumi sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan manusia dan makhluk lainnya.

Manusia juga memiliki akal yang membuat mereka dapat berfikir dan memanfaatkan sesuatu benda atau apapun itu. Buktinya manusia dapat meciptakan dan menemukan penemuan ataupun tekhnologi baru yang hanya bisa di wujudkan oleh manusia.

Tapi sadarkah mereka bahwa keseluruhan penemuan-penemuan itu didapat atas campur tangan dari makhluk-makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan. Misalnya saja tisu atau kertas yang biasa dipakai manusia, sadarkah mereka bahwa bahan dasar untuk membuat kertas adalah pohon. Kalau saja pohon tidak diciptakan mungkin manusia tidak akan pernah mengenal yang namanya kertas. Sekarang ini manusia sudah lupa akan makhluk-makhluk yang membantu mereka itu, mereka tidak pernah memikirkan untuk melestarikan dan menjaga jumlah sumber daya yang ada. Manusia hanya memakai sumberdaya untuk kepentingan sendiri tanpa memikirkan dampak apa yang akan timbul nanti.

Sudah seharusnya manusia sadar akan tempat mereka tinggal yaitu Bumi. Bumi yang kita tinggali ini sudah mulai tua dan menunjukkan gejala-gejala kerusakan seperti iklim yang tidak menentu akibat pemanasan global yang disebabkan oleh ulah manusia dan banjir serta tanah longsor. Sudah saatnya manusia sadar akan lingkungan dan menjaga bumi kita dengan menanam pohon, memakai sumber daya secukupnya, melestarikan, membuang sampah pada tempatnya dan tidak memburu secara berlebihan. Bumi pasti lebih indah jika setiap komponen yang ada di dalamnya seperti manusia, hewan, tumbuhan, air dan udara dapat hidup berdampingan, menjaga dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Senin, 14 Maret 2011

Kekerasan dalam Pacaran

Kekerasan Dalam Pacaran

(Ilmu Budaya Dasar)



Kekerasan dalam pacaran? Yang bener tuh? Mau ngalahin KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ya? Mungkin judul yang ada terdengar aneh. Tapi penulis memang memilih judul ini untuk menyampaikan informasi pada pembaca tentang kekerasan dalam pacaran.

Siapa sih yang gak kenal kata pacaran? Sekarang ini kata pacaran sudah dapat dimengerti oleh kalangan masyarakat, bahkan oleh anak-anak usia TK. Ya informasi tentang pacaran itu mereka dapat dari media televisi yang sering mereka tonton. Banyak dampak yang muncul dari informasi ini, kebanyakan ya berdampak buruk. Khususnya kepada mereka yang memang belum cukup umur untuk menjalin pacaran. Akhirnya malah menjerumuskan mereka kapada sex bebas. Selain itu banyak juga terjadi kasus-kasus penganiayaan terhadap pasangannya sendiri. Kasus ini kebanyakan dialami oleh kaum wanita.

Sebenarnya kasus kekerasan dalam pacaran sangat banyak, hanya saja kasus ini tidak pernah terdengar sampai ke masyarakat. Kekerasan dalam pacaran itu bisa dalam bentuk bermacam-macam seperti: pemaksaan, pemerasan, penganiayaan dan masih banyak lagi. Kekerasan dalam pacaran terjadi karena beberapa sebab seperti: pasangan yang memang pacaran hanya untuk menyalurkan nafsu saja, dari sifat pasangan yang memang tempramental yang suka memarahi pasangannya hanya karena hal-hal kecil dan masih banyak lagi penyebab kekerasan dalam pacaran itu.

Jadi jika anda mengalami kasus-kasus kekerasan dalam pacaran cara efektifnya adalah jangan takut untuk berkata tidak, berceita lah kepada orang tua tentang masalah yang dihadapi, bercerita dan mintalah pendapat dari teman atau sahabat dan janga takut untuk melaporkan ke pihak berwajib jika pasangan anda melakukan kekerasan dalam pacaran.

Sabtu, 05 Maret 2011

Kemajuan Telekomunikasi

Kemajuan Telekomunikasi

(Nilai-nilai yang berkaitan dengan kemajuan teknologi)

“Halo Rani, apa kabar? Gimana kuliah kamu di Jogja? Kami di Jakarta rindu sama kamu”. Kalimat di atas mungkin masih sering kita temukan pada tahun 90-an dalam sebuah surat yang biasa di kirimkan oleh teman ataupun keluarga. Ya, ntuk menjalin silaturahmi kepada teman ataupun saudara yang berjauhan kita harus mengirim surat kemereka, dan itu pun harus menunggu beberapa hari hingga surat itu sampai kepada yang dituju.

Nah ada lagi media yang lumayan praktis yang muncul pada tahun 90-an juga, yaitu “Pager”. Ya, “Pager” bukannya pager yang ini . Pager yang dimaksud yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Pager merupakan radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja, layaknya sebuah telepon genggam yang digunakan penggunanya untuk mengirim pesan (sms). Cuma untuk proses penggunaannya tidak se-praktis seperti halnya pesan sms yang sekarang kita kenal. Ya, untuk mengirim pesan ke Pager yang dituju kita harus menelpon ke operator layanan Pager si pemilik untuk menyebutkan isi pesan dan nomor tujuan si pemilik Pager.

Bisa dibayangkan bagaimana repotnya untuk mengirimkan kabar ke orang lain pada waktu itu. Di bandingkan sekarang ini, kita dapat mengirimkan pesan singkat (sms), pesan multimedia (mms) bahkan akses internet hanya dengan menggunakan telepon genggam (handphone). Sebuah perekembangan pasti mempunyai dampak yang baik maupun yang buruk. Dampak baiknya adalah adanya kemudahan komunikasi yang diperoleh tanpa ada halangan jarak, sedangkan dampak buruknya adalah banyaknya penipuan ataupun kejahatan melalui media ponsel dan menurunnya nilai silaturahmi.

Minggu, 09 Januari 2011

Ilmu yang mendasari dari Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar

Agung Pratama Putra
17110161
4KA18

Pada dasarnya ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu :

1. Ilmu sosial dasar
2. Ilmu budaya dasar
3. Ilmu alamiah dasar

Ilmu sosial dasar adalah ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.

Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari ilmu sosial dasar, yaitu:
- Ilmu Sosiologi
- Ilmu Ekonomi
- Ilmu Politik
- Ilmu Antropologi
- Ilmu Sejarah
- Ilmu Psykologi
- Ilmu Geografi
- Ilmu kriminologi

Ilmu budaya dasar adalah bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari ilmu budaya dasar:
- Ilmu Bahasa
- Ilmu Agama
- Ilmu Kesusastraan
- Ilmu Kesenian

Ilmu alamiah dasar adalah ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.

Berikut ini ilmu-ilmu yang mendasari ilmu alamiah dasar:
- Ilmu Fisika
- Ilmu Kimia
- Ilmu astronomi
- Ilmu biologi
- Ilmu geologi

source: Google - ing.

Sabtu, 08 Januari 2011

Pentingnya Manajemen Kontrol Pada Sistem

Keamanan sistem mengacu pada perlindungan semua informasi atau aset yang ada dalam sebuah sistem dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Aset sendiri terbagi 2 yaitu:

1.Aset fisik, meliputi:

a. Personnel
b. Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
c. Fasilitas
d. Dokumentasi dan
e. Supplies

2. Aset Logika
a. Data / Informasi dan
b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)

Dan sumber ancaman juga terbagi 2 yaitu:

Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist
11. Criminals/hackers

Sumber ancaman Internal :
1.Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
2.Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
3.Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.

Sabtu, 27 November 2010

Tugas ASK WBS

Sebelum membuat implementasi WBS dalam game shooting,ada baiknya kita mengerti dulu apa itu WBS dan apa fungsinya. Menurut saya WBS (Work Breakdown Strructure) adalah metode dalam pengorganisasian sebuah proyek yang dijadikan struktur laporan secara hierarkis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. Hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.
Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
1. Pengembangan WBS di dalam game shooting dimaksudkan untuk membahas secara mendetail tentang pokok bahasan yang akan dibahas dalam Penulisan Ilmiah saya tentang game shooting ini.
2. WBS ini juga membantu kita dalam menentukan solusi yang kita ambil saat membuat game shooting dengan berbagai macam kondisi (agar lebih mudah sesuai kondisi yang terjadi saat itu)
ManfaatWork Breakdown Structure (WBS)
a. Mengurangi kompleksitas
b. Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
c. Estimasi Biaya (Cost Estimation)
d. Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
e. Perencanaan manajemen Risiko
f. (Risk Management Planning)
g. Identifikasi aktivitas(Activity Definition)

CONTOH PENGIMPLEMENTASIAN DI PI SAYA “GAME SHOOTING”
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Metode Pengumpulan Data : pengumpulan informasi melalui internet yang mencakup semua materi yang dibutuhkan
2. Metode Perancangan Game : Merancang aplikasi dengan cara membuat struktur navigasi, tampilan rancangan. dan pembuatan aplikasi pengenalan dengan Adobe Flash CS3
3. Tahap Implementasi menampilkan semua Fasilitas pada setiap tampilan game
Perangkat utama yang digunakan :
• Adobe flash cs 3
• Adobe Photoshop cs 3
• Flash Player Pro

Tampilan Game



Implementasi WBS dalam Game Shooting

Kamis, 11 November 2010

tugas softskill 2 (Agung Pratama Putra-17110161)

SOAL
1. Apa konsep kependudukan menurut generasi dan pengembangan berkelanjutan ?
2. Apa konsep masyarakat dan kebudayaan yang ada hubungannya antara individu, keluarga dan masyarakat ?

Jawab
1. KEPENDUDUKAN, GENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalah demografi.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Achille Guillard. Demografi sebagai suatu ilmu telah muncul sejak abad ke-17.
John Graunt seorang pedagang di London, yang melakukan analisis data kelahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan dalam hubungannya dengan proses penduduk dianggap sebagai Bapak Demografi.
Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil atau menurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.
Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yang mengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan.
Data mengenai struktur penduduk yang disajikan secara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid).

Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan keputusan pemerintah.
Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk atau migrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.
Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas dari pengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.
Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dan kekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.


GENERASI, REGENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.
Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.
Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.
Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa.
Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.
Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.

2. KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.



KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
Thank’s to http://massofa.wordpress.com/2008/01/22/ilmu-sosial-dasar-bag-1/